Kolomupdate.com — Tak terasa, wisatawan sudah berada di penghujung tahun dan sebentar lagi akan menyambut tahun baru. Momen pergantian tahun biasanya identik dengan refleksi perjalanan dan perencanaan liburan berikutnya. Menyambut tahun 2026, tren traveling bagi wisatawan Indonesia diprediksi mengalami perubahan yang cukup signifikan. Bukan hanya soal destinasi populer atau durasi liburan, tetapi lebih pada cara wisatawan memilih pengalaman perjalanan yang lebih bermakna dan autentik.
Menurut Presiden Direktur Golden Rama Tours & Travel, Madu Sudono, ada pergeseran perilaku wisatawan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami melihat wisatawan Indonesia kini lebih sadar nilai, lebih mencari keunikan lokal, dan lebih ingin merasakan perjalanan yang autentik,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Pernyataan ini menunjukkan adanya perubahan mindset wisatawan, dari sekadar menikmati destinasi menjadi mencari pengalaman yang dapat memberikan nilai lebih, baik secara personal maupun sosial.
Sadar Nilai dan Efisiensi Liburan
Wisatawan Indonesia saat ini semakin mempertimbangkan nilai dari setiap pengeluaran perjalanan. Mereka tidak lagi sekadar fokus pada destinasi mewah atau fasilitas lengkap, tetapi lebih menilai apakah pengalaman yang didapat sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Hal ini terlihat dari meningkatnya minat wisatawan terhadap paket perjalanan yang menawarkan pengalaman lokal, kuliner khas, dan kegiatan budaya yang berbeda dari wisata biasa.
Dengan kesadaran ini, agen perjalanan seperti Golden Rama menekankan pentingnya menyiapkan paket wisata yang menghadirkan pengalaman lokal namun tetap efisien secara biaya. Misalnya, wisata ke desa budaya, wisata kuliner autentik, atau tur kreatif yang memperkenalkan seni dan kerajinan lokal. Wisatawan modern kini menginginkan liburan yang bukan sekadar foto-foto di lokasi terkenal, tetapi juga pengalaman yang bisa dikenang dan dibagikan secara bermakna.
Keunikan Lokal Jadi Daya Tarik
Tren lain yang mulai muncul adalah minat wisatawan pada keunikan lokal dan budaya setempat. Wisatawan Indonesia cenderung mencari hal-hal yang khas dari suatu tempat, mulai dari makanan tradisional, ritual budaya, hingga pengalaman berinteraksi dengan komunitas lokal. Wisata berbasis komunitas ini memberikan nilai tambah, karena selain liburan, wisatawan juga dapat belajar dan berkontribusi secara positif terhadap destinasi yang dikunjungi.
Madu Sudono menekankan bahwa agen perjalanan perlu menyesuaikan penawaran dengan tren ini. Paket wisata yang sebelumnya hanya fokus pada destinasi populer kini harus dilengkapi dengan pengalaman autentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Misalnya, tur di pasar tradisional, kelas memasak makanan lokal, atau mengikuti festival adat yang sedang berlangsung. Pengalaman seperti ini lebih memuaskan wisatawan dan meninggalkan kesan mendalam.
Perjalanan Autentik Meningkat
Selain sadar nilai dan mencari keunikan lokal, wisatawan Indonesia juga semakin menyukai perjalanan autentik. Hal ini berarti perjalanan yang memberi pengalaman nyata, bukan sekadar mengikuti jalur turis standar. Wisatawan ingin merasakan kehidupan lokal, memahami cerita di balik destinasi, dan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat. Tren ini menandai pergeseran dari liburan konsumtif menjadi liburan pengalaman atau experiential travel.
Bagi agen perjalanan, tren ini membuka peluang untuk menawarkan paket yang lebih personal dan fleksibel. Misalnya, tur dengan jumlah peserta terbatas, itinerary yang bisa disesuaikan dengan minat individu, atau aktivitas unik yang tidak biasa dilakukan wisatawan pada umumnya. Pendekatan ini tidak hanya memuaskan wisatawan tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Menjelang 2026, tren perjalanan wisatawan Indonesia semakin menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi terhadap nilai, keunikan lokal, dan autentisitas pengalaman. Wisatawan kini ingin lebih dari sekadar liburan biasa; mereka mencari pengalaman yang bermakna, bisa dikenang, dan berbeda dari perjalanan konvensional.
Agen perjalanan seperti Golden Rama berperan penting dalam merancang paket wisata yang sesuai dengan tren ini. Dengan menekankan pengalaman lokal, fleksibilitas, dan efisiensi biaya, wisatawan Indonesia dapat menikmati perjalanan yang lebih memuaskan, sementara destinasi lokal mendapatkan apresiasi dan dukungan yang lebih besar. Dengan tren ini, perjalanan di tahun 2026 diprediksi akan lebih personal, kreatif, dan autentik—membawa pengalaman liburan ke level yang benar-benar baru. Wisatawan yang cerdas tidak hanya mengejar destinasi populer, tetapi juga mencari pengalaman yang memberi nilai tambah untuk diri mereka dan lingkungan sekitar.