Kolomupdate.com — Pemanfaatan teknologi dalam promosi desa wisata semakin menjadi perhatian serius, terutama di tengah perkembangan digital yang kian pesat. Hal ini mengemuka dalam acara sosialisasi pemanfaatan teknologi di Desa Jatiharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (29/11). Kegiatan tersebut di hadiri oleh masyarakat desa, pemuda, serta perangkat desa, dan menghadirkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, sebagai pembicara utama.
Dalam paparannya, Evita menegaskan bahwa penggunaan teknologi dan media sosial merupakan langkah strategis yang tidak bisa lagi diabaikan. Menurutnya, promosi berbasis digital memiliki jangkauan yang jauh lebih luas dan biaya yang lebih murah dibandingkan metode konvensional yang selama ini banyak di lakukan desa wisata.
“Kemajuan teknologi merupakan hal yang tidak bisa di hindari. Yang nggak bisa memanfaatkan kemajuan teknologi, ya ketinggalan,” ujarnya di tengah sesi diskusi.
Ia menilai bahwa sudah saatnya desa-desa wisata di Indonesia, termasuk Jatiharjo, beradaptasi dengan cara baru dalam memperkenalkan potensi wilayahnya. Jika selama ini promosi lebih banyak di lakukan dengan cara membagikan brosur atau menempelkan poster, kini masyarakat dapat memanfaatkan platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, hingga YouTube untuk menjangkau calon wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Dengan satu unggahan menarik tentang keindahan alam, geopark, budaya, atau makanan khas, sebuah desa dapat dikenal secara luas hanya dalam hitungan jam.
Evita kemudian menyoroti potensi wisata alam dan geopark yang di miliki Desa Jatiharjo. Menurutnya, desa ini menyimpan banyak daya tarik yang layak di kemas menjadi konten kreatif. Mulai dari keasrian alam, spot foto alami, hingga kegiatan budaya lokal, semuanya dapat menjadi cerita visual yang menarik bagi wisatawan. Namun, ia menekankan bahwa promosi digital hanya akan efektif jika di lakukan secara kreatif, rutin, dan konsisten.
Karena itu, ia mengapresiasi langkah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang berencana memberikan pelatihan khusus kepada para pemuda desa agar mampu menjadi konten kreator. Langkah ini di nilai tepat mengingat generasi muda kini lebih akrab dengan teknologi, editing video, dan pengelolaan media sosial.
“Kalau anak-anak mudanya dilatih jadi konten kreator, mereka bisa lebih aktif mempromosikan objek wisata dan event rutin di Desa Jatiharjo. Ini sangat bagus untuk perkembangan desa wisata,” kata Evita.
Pelatihan tersebut nantinya akan membekali para pemuda dengan keterampilan membuat video, mengambil foto yang menarik, mengelola media sosial, serta memahami teknik pemasaran digital. Harapannya, para pemuda dapat menjadi motor penggerak yang memperkenalkan keindahan desa ke dunia luar. Selain itu, kemampuan ini juga bisa menjadi peluang ekonomi baru bagi mereka, seperti kerja sama promosi dengan UMKM, operator wisata, atau event lokal.
Tidak hanya itu, Evita juga mendorong pemerintah desa untuk menyediakan infrastruktur pendukung, seperti akses internet yang stabil, area wisata yang nyaman, serta papan informasi digital. Menurutnya, promosi digital harus di barengi dengan kesiapan destinasi agar wisatawan merasa puas ketika berkunjung. Jika tempat wisata tertata baik dan informasi mudah diakses, maka konten promosi yang dibuat pemuda desa akan semakin kuat dampaknya.
Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga menyampaikan antusiasme mereka atas rencana ini. Banyak pemuda yang ingin ikut dilatih, bahkan sebagian sudah mulai membuat konten sederhana tentang desanya. Mereka berharap pelatihan dari Dispora dapat memberikan keterampilan teknis yang lebih dalam agar konten mereka mampu bersaing di media sosial. Masyarakat juga berharap promosi digital dapat membantu meningkatkan perekonomian desa melalui peningkatan jumlah wisatawan.
Evita menutup kegiatan dengan mengajak seluruh warga untuk tidak takut berinovasi. Ia meyakini bahwa teknologi bukan hanya alat hiburan, tetapi sarana penting untuk memajukan desa. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan generasi muda, Desa Jatiharjo berpeluang besar menjadi destinasi wisata yang terkenal dan berkembang pesat. Melalui pemanfaatan teknologi secara tepat, Desa Jatiharjo kini memasuki era baru dalam pengelolaan pariwisata. Promosi digital bukan hanya strategi promosi, tetapi juga jembatan menuju kemandirian ekonomi desa.