Kolomupdate.com — Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meluncurkan sebuah buku pedoman penting yang bertujuan sebagai rujukan dalam pengembangan model bisnis pertanian berkelanjutan. Buku pedoman ini diluncurkan dalam sinergi kuat antara BI, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Universitas Diponegoro Semarang sebagai bagian dari upaya strategis menghadapi tantangan produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang meningkat.
Buku Pedoman Pertanian: Apa dan Untuk Siapa?
Buku pedoman yang diluncurkan tersebut berjudul Buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) Biochar. Model bisnis ini menggabungkan prinsip‑prinsip pertanian berkelanjutan dengan teknologi tepat guna yang dirancang untuk menjadi solusi jangka panjang bagi tantangan sektor pertanian di Indonesia.
Peluncuran buku ini dilakukan secara resmi di Semarang oleh Direktur Departemen Ekonomi‑Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung, yang dihadiri oleh perwakilan dari kementerian terkait serta akademisi Universitas Diponegoro. Acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mencari solusi inovatif untuk pengembangan pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga berkelanjutan.
Buku ini dirancang sebagai panduan praktis bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani, pengusaha agribisnis, pembuat kebijakan, serta pihak terkait lainnya, dalam mengimplementasikan pendekatan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan efisien secara ekonomi.
Fokus pada Pertanian Berkelanjutan dan Climate Smart Agriculture
Salah satu aspek kunci dari buku pedoman ini adalah penerapan konsep Climate Smart Agriculture (CSA) yang dipadukan dengan teknologi biochar sebagai pembenah tanah. Pertanian cerdas iklim bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim melalui teknologi, praktik pertanian hemat sumber daya, dan penanganan tanah yang lebih baik.
Teknologi biochar adalah material karbon padat yang dihasilkan dari pirolisis limbah biomassa dan berfungsi sebagai pembenah tanah alami yang mampu meningkatkan kesuburan tanah, menahan air lebih efektif, dan menurunkan kebutuhan input kimia seperti pupuk. Inovasi ini juga berpotensi membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, yang kini menjadi fokus krusial dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.
Menurut hasil uji coba yang telah dilakukan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, penerapan model CSA Biochar mampu meningkatkan produktivitas padi hingga sekitar 6,3 persen sekaligus memperbaiki kualitas tanah serta efisiensi penggunaan input pertanian. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan teknologi dan bisnis yang diperkenalkan melalui buku pedoman memiliki potensi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan.
Peran BI dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Langkah BI dalam menerbitkan buku pedoman ini tidak terlepas dari peran aktifnya dalam berbagai upaya menjaga kestabilan pangan dan inflasi di Indonesia. Selama ini, Bank Indonesia telah terlibat dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang bertujuan menstabilkan harga dan memastikan pasokan barang kebutuhan pokok, termasuk pangan, di berbagai daerah. Kerja sama ini dilakukan secara lintas lembaga dan wilayah untuk memberikan dampak yang merata terhadap masyarakat.
Peluncuran buku pedoman pertanian yang menggabungkan pendekatan ekonomi dan teknologi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi beberapa tantangan struktural dalam sektor pertanian, termasuk degradasi lahan, perubahan iklim, dan rendahnya efisiensi produksi. Dengan memberikan referensi yang komprehensif, BI berharap para pelaku di sektor pertanian dapat mengadopsi praktik lebih baik secara luas, menciptakan produktivitas yang lebih tinggi dan daya saing sektor pertanian yang lebih kuat secara nasional.
Sinergi Lintas Lembaga dan Pendampingan Teknis
Buku pedoman ini tidak hanya berupa dokumen teori semata, tetapi juga dilengkapi dengan strategi implementasi nyata yang dapat direplikasi oleh wilayah lain di Indonesia. Bank Indonesia bersama kementerian terkait dan akademisi telah mengembangkan pendekatan ini berdasarkan hasil pilot project dan riset di lapangan untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya.
Selain itu, BI menyatakan akan terus memperkuat ekosistem pendampingan teknis, dari hulu hingga hilir, untuk membantu petani dan pelaku agribisnis dalam mengimplementasikan model CSA Biochar. Ini termasuk pelatihan teknis, akses informasi, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk mendukung integrasi praktik pertanian berkelanjutan secara menyeluruh.
Kehadiran pedoman ini juga menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal pasokan dan harga, tetapi juga tentang bagaimana sistem pertanian dapat berkembang secara adaptif terhadap tantangan iklim, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi petani. Sinergi kebijakan, teknologi, dan dukungan kelembagaan menjadi kunci utama dalam upaya ini.
Implikasi untuk Ketahanan Pangan Nasional
Ketahanan pangan adalah salah satu isu strategis bagi Indonesia, terutama dalam konteks kebutuhan populasi yang terus meningkat dan ancaman eksternal seperti perubahan iklim. Pendekatan seperti model CSA Biochar yang digalakkan melalui buku pedoman ini membantu menciptakan sistem pertanian yang lebih stabil, efisien, dan tahan perubahan lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian.
Selain itu, buku pedoman ini memberikan panduan yang lebih jelas bagi pembuat kebijakan dan lembaga pemerintah dalam merancang program pertanian yang berkelanjutan dan berorientasi teknologi. Ini mencerminkan arah yang lebih modern dalam kebijakan ketahanan pangan di Indonesia, yang menyatukan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk mencapai ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan di masa depan.
Kesimpulan
Peluncuran buku pedoman bisnis pertanian oleh Bank Indonesia merupakan langkah proaktif dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan melalui inovasi model bisnis yang berkelanjutan dan berbasis teknologi. Dengan sinergi antar lembaga, dukungan teknis, dan referensi implementasi yang jelas, pedoman ini memiliki potensi besar untuk mendorong produktivitas pertanian nasional dan menciptakan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus efisien secara ekonomi. Dukungan BI dalam hal ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar fokus pemerintah pusat, tetapi menjadi upaya kolektif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan demi masa depan pertanian Indonesia yang lebih tangguh.
