Kolomupdate.com — Palembang dikenal sebagai kota dengan kekayaan kuliner tradisional yang beragam, mulai dari pempek hingga kue-kue khas daerah. Di tengah kekayaan kuliner ini, usaha kue tradisional ternyata bukan sekadar usaha musiman atau hanya untuk momen tertentu seperti Idul Fitri, Idul Adha, atau Natal. Hal ini di tegaskan oleh Yus Elisa, yang lebih dikenal dengan nama Bunda Raya, seorang pengusaha kue tradisional Palembang. Dalam wawancara melalui telepon dengan RRI pada Kamis (27/11/2025), Bunda Raya menekankan bahwa usaha kue tradisional memiliki potensi pasar yang menjanjikan sepanjang tahun, bukan hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Bunda Raya memulai perjalanan usahanya pada bulan Juni 2016. Sejak awal, ia memilih fokus pada kue tradisional karena memiliki ketertarikan yang besar terhadap dunia memasak dan ingin turut melestarikan kuliner khas Palembang.
“Saya merintis usaha sejak Juni 2016, karena saya suka memasak dan membuat kue. Alasan saya memilih kue tradisional adalah karena tergerak untuk melestarikan kuliner daerah. Kue tradisional merupakan salah satu budaya yang patut dilirik dan dilestarikan,” ujarnya.
Pilihan ini tidak hanya di landasi oleh minat pribadi, tetapi juga oleh kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya kuliner yang menjadi identitas kota Palembang dan Sumatera Selatan. Sejak awal, Bunda Raya menjalankan usahanya secara fleksibel dan modern dengan memanfaatkan platform online. Kue tradisionalnya di jual melalui pemesanan daring dan di kirim ke berbagai kota di Indonesia melalui layanan ekspedisi. Strategi ini terbukti efektif, karena tidak hanya menjangkau pasar lokal, tetapi juga pelanggan dari berbagai daerah yang ingin menikmati cita rasa autentik kue tradisional Palembang. Sistem penjualan online ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk meski berada jauh dari kota Palembang, sehingga jangkauan pasar usaha kue tradisional menjadi lebih luas.
Salah satu momen menarik dalam perjalanan usaha Bunda Raya adalah ketika penyanyi dangdut terkenal, Ira Swara, menjadi pelanggan pertamanya. Ira Swara memesan kue kojo buatan Bunda Raya, yang kemudian menjadi salah satu produk unggulan dalam rangkaian kue tradisionalnya. Kejadian ini sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi Bunda Raya untuk terus mengembangkan usahanya, karena adanya dukungan dari tokoh publik membantu meningkatkan popularitas produknya dan memperluas pasar.
Menurut Bunda Raya, potensi pasar kue tradisional sangat menjanjikan karena masyarakat kini semakin menyadari pentingnya melestarikan kuliner lokal. Tidak hanya sebagai pelengkap acara atau perayaan tertentu, kue tradisional juga mulai di terima sebagai bagian dari gaya hidup modern yang tetap menghargai warisan budaya. Tren ini memberikan peluang besar bagi pengusaha untuk terus berinovasi, menyesuaikan kemasan, rasa, dan layanan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini.
Selain itu, usaha kue tradisional juga dapat menjadi sarana edukasi dan promosi budaya. Setiap kue tradisional yang di pasarkan memiliki cerita dan sejarahnya masing-masing. Misalnya, kue kojo yang merupakan salah satu favorit Bunda Raya, memiliki keunikan tersendiri dan menjadi representasi kuliner khas Palembang. Dengan mengenalkan sejarah dan cara pembuatan kue, usaha ini tidak hanya menjual produk, tetapi juga ikut melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal ke masyarakat luas, termasuk generasi muda yang mungkin kurang familiar dengan kuliner tradisional.
Bunda Raya menegaskan bahwa kesuksesan usahanya tidak lepas dari konsistensi, kualitas produk, dan pelayanan yang baik. Selain menjaga cita rasa asli kue tradisional, ia juga terus menyesuaikan inovasi produk dan strategi pemasaran agar lebih menarik bagi konsumen modern. Hal ini membuktikan bahwa usaha kue tradisional, meski berakar pada budaya dan tradisi, tetap dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memiliki peluang pertumbuhan yang tinggi.
Secara keseluruhan, perjalanan usaha Bunda Raya menunjukkan bahwa kue tradisional bukan sekadar bisnis musiman, tetapi merupakan peluang usaha yang menjanjikan dengan pasar luas dan potensi pertumbuhan yang stabil. Dengan kombinasi kecintaan pada kuliner, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang tepat, usaha kue tradisional dapat menjadi pilihan usaha yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan budaya lokal Palembang dan Sumatera Selatan.