Kolomupdate.com — Dinas Pariwisata Badung (Dispar) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke wilayahnya dalam beberapa tahun ke depan. Target ini di tetapkan menyusul pencapaian kunjungan wisatawan yang kini melampaui kondisi sebelum pandemi COVID-19, menandakan bahwa sektor pariwisata di Badung mengalami pemulihan yang signifikan.
Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiartha, menjelaskan bahwa perkembangan ini cukup menggembirakan.
“Pada bulan-bulan terakhir, jumlah wisatawan yang datang ke Badung menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Hal ini menarik karena jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi, angka kunjungan saat ini telah melampaui capaian sebelumnya,” ujarnya saat di hubungi.
Meski demikian, peningkatan jumlah wisatawan juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait pengawasan perilaku wisatawan dan kepatuhan terhadap izin tinggal. Rudiartha menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarinstansi dan pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas pariwisata Badung.
“Kami mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam apa yang kami sebut kolaborasi pentahelix untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas pariwisata. Banyak pelanggaran yang dilakukan wisatawan telah ditindak sesuai aturan, bahkan ada yang sampai di deportasi. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih baik dan koordinasi yang kuat,” jelasnya.
Dalam upaya mencapai target kunjungan wisatawan yang lebih tinggi, Dispar Badung menitikberatkan perhatian pada beberapa aspek strategis. Pertama adalah perbaikan infrastruktur pariwisata, yang meliputi pengembangan akses transportasi, fasilitas publik, dan sarana penunjang lainnya yang dapat menunjang kenyamanan wisatawan. Infrastruktur yang baik diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat wisatawan dan menciptakan pengalaman berwisata yang menyenangkan.
Selain itu, penanganan sampah juga menjadi fokus utama. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Dinas Pariwisata bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan destinasi wisata tetap bersih dan ramah lingkungan, sehingga kelestarian alam tetap terjaga. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Badung untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan ekonomi tetapi juga menjaga lingkungan hidup dan budaya lokal.
Destinasi wisata juga menjadi perhatian utama. Dispar Badung melakukan pembenahan dan pengembangan berbagai lokasi wisata agar mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Peningkatan fasilitas, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan menjadi prioritas dalam setiap langkah pembenahan. Hal ini di lakukan agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan ingin kembali berkunjung di masa mendatang.
Selain itu, pengembangan desa wisata menjadi salah satu fokus penting dalam strategi jangka panjang. Desa wisata tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal secara inklusif. Pendekatan ini mendorong partisipasi masyarakat dalam sektor pariwisata, sehingga manfaat ekonomi dapat di rasakan secara merata. Rudiartha menekankan bahwa pengembangan desa wisata harus di lakukan secara berkelanjutan, memadukan kearifan lokal, budaya, dan keunikan setiap desa agar pengalaman wisatawan lebih autentik.
Kolaborasi pentahelix, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku bisnis, dan media, menjadi kunci dalam menjaga kualitas pariwisata. Pendekatan ini memungkinkan semua pihak berkontribusi dalam membangun ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan. Dari penegakan aturan hingga promosi dan edukasi kepada wisatawan, setiap komponen memiliki peran penting untuk memastikan Badung tetap menjadi destinasi yang aman, nyaman, dan menarik bagi semua kalangan.
Dengan berbagai strategi ini, Badung optimis mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan. Target ini tidak hanya bertujuan mengejar angka semata, tetapi juga memastikan kualitas pengalaman wisatawan tetap terjaga. Rudiartha menekankan bahwa pariwisata yang berkelanjutan harus memperhatikan keseimbangan antara jumlah pengunjung, kualitas layanan, dan kelestarian lingkungan.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan Badung sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga dikelola dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan komitmen yang kuat, penguatan kolaborasi, dan fokus pada keberlanjutan, Badung berharap sektor pariwisatanya dapat terus berkembang, menghadirkan pengalaman wisata yang menyenangkan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif.