Kolomupdate.com — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan kembali pentingnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Jerman dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Dalam keterangan resmi di Jakarta, Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Putut Hari Satyaka, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Jerman berperan penting dalam memobilisasi pengetahuan, teknologi, serta dukungan keuangan yang dibutuhkan Indonesia dalam mempercepat transformasi ekonomi.
Jerman sebagai Partner Penting Pembangunan Indonesia
Putut Hari Satyaka menyebut Jerman sebagai mitra utama yang selama ini konsisten mendukung berbagai program pembangunan Indonesia. Menurutnya, Jerman memiliki kapasitas teknologi, pengalaman industri, serta mekanisme pembiayaan pembangunan yang relevan dengan kebutuhan nasional. Ia menegaskan,
“Jerman salah satu partner penting bagi kami untuk mencapai objektif pembangunan Indonesia. Kerja sama dengan Jerman penting untuk memobilisasi pengetahuan, teknologi, dan keuangan.” Pernyataan tersebut menunjukkan kedalaman hubungan bilateral kedua negara dalam sektor pembangunan.
Forum Indonesia-Germany Bilateral Consultation Meeting 2025
Acara Indonesia-Germany Bilateral Consultation Meeting 2025 menjadi wadah strategis bagi kedua negara untuk memperkuat kolaborasi pembangunan. Forum ini digelar sebagai bentuk evaluasi dan perencanaan ulang terhadap berbagai program yang sedang dan akan dijalankan. Melalui forum ini, kedua pemerintah menegaskan kembali komitmen mereka untuk menghasilkan kerja sama yang berdampak nyata bagi masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Komitmen Menguatkan Transformasi Ekonomi Indonesia
Dalam dialog bilateral tersebut, pemerintah Indonesia dan Jerman menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama pembangunan yang berorientasi pada hasil. Kolaborasi kedua negara diarahkan untuk mendukung agenda transformasi ekonomi, termasuk modernisasi industri, pengembangan energi terbarukan, peningkatan efisiensi birokrasi, serta penguatan sektor pendidikan dan pelatihan vokasi. Selain itu, forum ini juga di gunakan untuk mempersiapkan proses negosiasi lanjutan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Peninjauan Kebijakan dan Penguatan Sektor Prioritas
Pertemuan tersebut juga difokuskan pada peninjauan arah kebijakan kerja sama pembangunan agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Kedua negara membahas sektor-sektor prioritas yang dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Sektor tersebut meliputi energi bersih, pembangunan berkelanjutan, tata kelola lingkungan, digitalisasi pemerintahan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keselarasan ini dianggap penting untuk memastikan efektivitas program kerja sama yang di jalankan dalam jangka menengah.
Pentingnya Forum Konsultasi sebagai Landasan Kolaborasi
Putut menegaskan bahwa forum konsultasi ini merupakan momentum penting untuk menyelaraskan portofolio kerja sama bilateral dengan prioritas pembangunan jangka menengah Indonesia. Ia menyampaikan,
“Pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk menyelaraskan portofolio kerja sama dengan prioritas pembangunan nasional jangka menengah, sekaligus memperkuat fondasi bagi kolaborasi yang lebih strategis ke depan.” Dengan demikian, forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai fondasi bagi kerja sama yang lebih solid dan berkelanjutan.
Momentum Penguatan Kapasitas dan Pembiayaan Inovatif
Pertemuan konsultatif ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat kapasitas institusional di berbagai lembaga pemerintah. Kedua negara membahas upaya memperluas skema pembiayaan inovatif, seperti blended finance, pendanaan berbasis iklim, serta kerja sama teknis dalam pengembangan teknologi hijau. Langkah ini di perlukan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan prioritas yang membutuhkan dukungan pembiayaan berkelanjutan dan berbasis inovasi.
Kontribusi terhadap Visi Indonesia Emas 2045
Selain fokus pada RPJMN, kerja sama Indonesia Jerman juga di arahkan untuk mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi negara maju dengan perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi maju dan pendanaan dari Jerman, Indonesia di harapkan dapat mempercepat transisi menuju ekonomi hijau, meningkatkan produktivitas nasional, serta memperkuat daya saing global. Forum ini memastikan bahwa setiap inisiatif kerja sama memberikan kontribusi nyata terhadap visi jangka panjang tersebut.
Partisipasi Lintas Kementerian dan Lembaga
Forum konsultasi ini turut di hadiri berbagai kementerian dan lembaga terkait dari kedua negara. Dari Indonesia hadir perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Luar Negeri yang memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan hubungan bilateral. Sementara dari Jerman, hadir Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) yang menjadi mitra utama dalam kerja sama pembangunan. Kehadiran lintas sektor ini memperkuat koordinasi dan memperluas potensi kolaborasi jangka panjang.
